Berita Utama

Bandeng-Tongkol, Si “EMAS AMIS” Primadona Adisara

Dilihat : 1925 Kali, Updated: Senin, 14 Mei 2018
Bandeng-Tongkol, Si “EMAS AMIS” Primadona Adisara

Nama desa Adisara tersohor dengan olahan ikan Bandeng – Tongkolnya? Ya, setidaknya itu diamini masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas. Dari sini terbesit beberapa pertanyaan, sejak kapan mulai ada usaha pengolahan ikan bandeng – tongkol? dan bagaimana cara memperoleh ikan sedangkan wilayah geografisnya saja jauh dari daerah pesisir pantai?

Diyakini dari tahun 1930-an, di gerumbul Pekucengan usaha pengolahan ikan bandeng-tongkol ini bermula. Alih-alih sebagai pengalihan usaha dari pertanian dan peternakan yang menjadi mayoritas mata pecaharian masyarakat Desa Adisara pada waktu itu ternyata usaha inilah yang tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi dan identitas Desa Adisara sampai saat ini.

Dari yang hanya digeluti oleh beberapa orang, usaha ini menjamur dan terus menerus berkembang bahkan diwariskan sampai ke anak cucu. Ya, dengan penghasilan yang cukup besar sangat wajar usaha ini diminati sebagai sumber pencaharian. Sampai saat ini dari desa Adisara ini sudah memasok sebagian besar pasar-pasar tradisional se-BARLINGMASCAKEB bahkan sampai ke perbatasan Jawa Barat dan Kabupaten Brebes. Dalam sehari mereka sanggup menjual puluhan hingga ratusan kg ikan olahan. Para pedagang biasanya berangkat waktu dini hari, dari tengah malam sampai menjelang subuh. Mereka terbiasanya melawan kantuk dan dinginnya udara pagi hari. Tengah malam khususnya di gerumbul Pekucengan terasa hidup, mereka bersiap-siap meraup rezeki di pasar-pasar sampai siang hari. Ada yang menggunakan sepeda motor, mobil bahkan ada yang rombongan dengan menggunakan minibus. Jam pulang kadang tak tentu tergantung habisnya dagangan mereka tapi biasanya waktu dhuhur mereka sudah pulang dan dilanjut istirahat. Ya, sebagai konsekuensi pekerjaan mereka terbiasa merubah siklus tidur tapi seakan terbayar dengan penghasilan yang terbilang lumayan.

Dan bagaimana caranya mereka mendapatkan ikan-ikan segar tersebut sebagai bahan baku? ikan-ikan tersebut sebagian besar didapat dari TPI Cilacap dan wilayah-wilayah lain bahkan ada yang sampai mengirim dengan truk besar bermuatan puluhan blong ( tong besar berbahan plastik tebal tempat memuat ikan -red ). Sudah menjadi pemandangan biasa ketika truk-truk tersebut sering melintas di Jalan-jalan Desa Adisara.

Memang ungkapan “EMAS AMIS” ini tidak berlebihan adanya, tidak hanya daging yang mempunyai nilai jual tinggi tapi jeroan ikannya saja yang sudah tergolong limbah masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele. Bahkan jeroan  ikan tongkol yang di Desa Adisara kerap disebut senthil ini masih bisa diolah menjadi masakan yang lezat dan mengundang selera. Dengan pola pemanfaatan seperti inilah yang menjadikan perekonomian khususnya di gerumbul Pekucengan ini terangkat.

Pada tahun 2012, para pedagang ikan ini sepakat membentuk Kelompok Usaha yang kemudian diberi nama ” MINA SARI” dengan diketuai Bapak Kusnadi Kisam, Bapak Taufik Hidayat sebagai Sekretaris I, Bapak Suyitno sebagai Sekretaris II, Bapak Triono sebagai Bendahara I dan Bapak Darsim sebagai Bendahara II. Kelompok Pedagang “MINA SARI” ini berfungsi sebagai wadah untuk sarana silaturahmi, sosialisasi dan komunikasi antar pedagang dan juga membahas tentang harga pasar serta inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan omzet penjualan.

Dan di tahun 2013 kelompok pedagang “MINA SARI” ini mendapatkan bantuan dari Dinas Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Banyumas berupa 48 cool box, 8 lusin pisau, 2 meja stainless steel, 2 timbangandigital, 35 buah panci, 2 buah mesin press, 3 buah blender dan 3 buah freezer. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Banyumas waktu itu, Bapak Mardjoko.

Hasil tidak akan mengkhianati proses. Semangat, kerja keras dan keuletan yang selama ini diperjuangkan mendapat hasil yang setimpal. Inilah sekelumit tentang si “EMAS AMIS” yang menjadi primadona Desa Adisara. (asf10)

 

 

 

 

=============================================

Mari berkontribusi untuk kemajuan Desa Adisara
dengan memberikan komentar atau saran yang positif dan membangun.

=============================================

Related Posts

Komentar