Sistem Informasi Desa Adisara
Karang Taruna Tunas Sejati VI Desa Adisara menggelar aksi nyata untuk membantu mengatasi hama tikus yang selama ini meresahkan petani di Desa Adisara. Pada Minggu, 12 Oktober 2025 pagi, sembilan pemuda Karang Taruna bersama para petani bergotong royong melakukan penggropyokan tikus sebagai bentuk dukungan terhadap para petani yang terdampak. Kegiatan ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan semangat tinggi.
Dalam aksi tersebut, para pemuda Karang Taruna menggunakan alat sederhana seperti kompor, belerang, serta ban bekas untuk pembakaran di lubang tikus. Suasana penuh semangat membara ketika para peserta berlari mengejar tikus-tikus yang berlindung, lalu memukul hingga tikus mati. Suara riuh gembira dan sorak sorai tak henti mengiringi usaha pemberantasan hama ini.

Igo Dwi Prakoso, inisiator kegiatan dari Karang Taruna, menyampaikan harapannya bahwa aksi ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. "Kami ingin menebar manfaat ke semua lapisan, terutama para petani yang beberapa tahun terakhir selalu kesulitan akibat serangan hama tikus," ujarnya dengan penuh semangat. Inisiatif ini menjadi bukti nyata kepedulian pemuda terhadap kondisi lingkungan dan perekonomian desa serta mendukung program ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program yang telah diinisiasi oleh pemerintah desa Adisara sejak 4 Oktober 2025 lalu. Sebanyak lebih dari 2 ribu ekor tikus telah berhasil dibasmi dalam beberapa hari sebelumnya. Kerja sama antara Gapoktan, Karang Taruna dan pihak pemerintah desa menjadi sinergi yang kuat dalam menjaga dan memajukan hasil pertanian desa.

Para petani menyambut dengan antusias kehadiran para pemuda Karang Taruna dan pemerintah desa. Mereka percaya bahwa upaya bersama ini tidak hanya mengurangi serangan hama, tapi juga dapat meningkatkan hasil panen tahun ini. Semangat gotong royong yang terjalin menjadi energi positif untuk menghadapi tantangan agrikultur di wilayah tersebut.
Diharapkan dengan keberhasilan aksi penggropyokan tikus ini, hasil pertanian Komplek Wilayah Sawah Krida Tani dan wilayah lahan pertanian lainny akan lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan yang menampilkan kekompakan antar generasi ini jadi inspirasi bagi desa lain untuk melakukan langkah serupa dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

