Sistem Informasi Desa Adisara
Perlon Angkat Kasab Tahun Dal digelar pada hari Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Padepokan Eyang Jati Kusuma ya g terletak di barat Balai Desa Adisara. Acara rutin tahunan ini diselenggarakan oleh Juru Kunci, para anak putu Eyang Jati Kusuma, serta mengundang Kepala Desa beserta perangkatnya. Mereka bersama-sama menjalankan tradisi turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur dan menyampaikan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara dimulai pada siang hari tepat setelah adzan dhuhur berkumandang. Suasana di Padepokan Eyang Jati Kusuma penuh khidmat, dengan semua peserta bersiap mengikuti rangkaian ritual yang sarat makna spiritual dan budaya. Tradisi ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antar warga desa serta meneguhkan komitmen dalam melestarikan warisan leluhur.
Kepala Desa Adisara, Tutik Rahmi Relawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlon ini merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar panen yang akan datang dapat melimpah. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa terus berupaya mengurangi populasi hama tikus melalui kegiatan gropyokan tikus yang melibatkan para petani.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan hajat oleh Kyai Kunci, yang mewakili hajat anak putu dalam mengutarakan kebutuhan dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Rikun, Kasi Pelayanan Desa Adisara, memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh warga dan keberlangsungan hidup di desa.
Perlon sendiri merupakan sebuah prosesi ritual yang berasal dari kata "perlu", yang berarti kebutuhan atau keinginan. Ritual ini sudah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi tradisi sakral yang dilakukan empat kali setahun, yaitu sebelum dan sesudah panen serta sebelum dan sesudah bulan puasa. Melalui perlon, warga desa berharap agar mereka mendapatkan perlindungan dan rezeki yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Acara Perlon Angkat Kasab Tahun Dal ini tidak hanya sebagai bentuk pengabdian spiritual, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga budaya dan kerja sama komunitas dalam menghadapi tantangan pertanian. Dengan semangat yang sama, warga desa berharap tradisi ini terus lestari dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.
