Adisara, jatilawang
— Rabu, 20 Mei 2026, Balai Desa Adisara dipadati sekitar 80 peserta saat SMK
Karya Teknologi 2 Jatilawang menggelar sosialisasi pencegahan hipertensi
menjelang perayaan Idul Adha. Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB dan dihadiri
Kepala Desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, serta kader PKK Desa
Adisara.
Kepala Desa
Adisara, Tutik Rahmi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada SMK Karya
Teknologi 2 Jatilawang atas inisiatif dan kerja sama dalam pembinaan
masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. “Terima kasih atas pendampingan dan
program pengabdian masyarakat ini. Kami berharap kegiatan serupa dapat
terselenggara setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran kesehatan warga,”
ujarnya.
Kegiatan yang
merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat SMK Karya Teknologi 2
Jatilawang menghadirkan tim farmasi sekolah sebagai narasumber. Dalam sesi
penyuluhan, tim menjelaskan lonjakan kasus hipertensi yang sering terjadi pasca
Idul Adha dan menjabarkan penyebabnya secara rinci.
Penyebab
hipertensi pasca Idul Adha
Narasumber memaparkan beberapa faktor penyebab meningkatnya tekanan darah
setelah perayaan Idul Adha, antara lain:
- Konsumsi garam berlebih: Pengolahan
daging kurban yang menggunakan garam berlebih atau bumbu pekat
meningkatkan asupan natrium sehingga memicu retensi cairan dan kenaikan
tekanan darah.
- Penggunaan bahan pengawet atau
penyedap rasa: Produk olahan daging yang dicampur penyedap atau bahan
pengawet dapat memperbesar asupan natrium dan zat aditif lain yang
berisiko pada tekanan darah.
- Pola makan tidak seimbang: Hidangan
berlemak dan tinggi kalori serta sedikit sayur dan buah selama masa
perayaan menyebabkan kenaikan berat badan sementara dan mempengaruhi
tekanan darah.
- Pengolahan daging yang diproses
secara tidak higienis: Daging yang mengalami pembusukan atau kontaminasi
dapat memicu peradangan dan stres tubuh, yang berkontribusi pada fluktuasi
tekanan darah.
- Konsumsi alkohol atau minuman manis
berlebihan: Minuman beralkohol (jika dikonsumsi) atau minuman manis dalam
jumlah banyak dapat meningkatkan tekanan darah sementara.
- Kurangnya kontrol obat bagi penderita
kronis: Pasien hipertensi yang lalai meneruskan pengobatan selama perayaan
berisiko mengalami kenaikan tekanan darah.
- Aktivitas fisik berkurang: Pola
istirahat dan aktivitas yang berubah saat perayaan dapat mengurangi
aktivitas fisik yang membantu mengontrol tekanan darah.
Untuk mencegah
risiko tersebut, tim farmasi memberikan rekomendasi praktis: batasi garam dan
penyedap, pilih metode pengolahan sehat (panggang, rebus, kukus), tambahkan
sayur dan buah, simpan daging secara higienis, dan pastikan pasien kronis
meneruskan obat serta rutin memeriksa tekanan darah.
Selain penyuluhan, tim farmasi SMK Karya Teknologi 2 Jatilawang memberikan
praktik langsung pembuatan obat herbal dan memanfaatkan beberapa bahan rumah
tangga. Peserta diperlihatkan cara membuat ramuan sederhana yang diyakini
membantu menurunkan tekanan darah, serta tips penggunaan rempah dan bahan alami
untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah di rumah.
Acara dibuat cair dan interaktif dengan selingan permainan edukatif yang
melibatkan peserta sehingga materi mudah diserap dan suasana lebih hangat. Para
peserta tampak antusias bertanya dan berpartisipasi dalam praktik langsung.
Sebagai bentuk apresiasi dan penutup, setiap peserta mendapat bingkisan menarik
dari SMK Karya Teknologi 2 Jatilawang saat pulang. Kepala Desa dan tokoh
masyarakat menyambut baik bantuan ini karena selain menambah wawasan kesehatan,
juga memberikan manfaat praktis bagi warga.
Dengan
terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Adisara lebih waspada
terhadap risiko hipertensi pasca perayaan Idul Adha dan mampu menerapkan
pengolahan makanan serta pola hidup sehat untuk mencegah komplikasi penyakit.
SMK Karya Teknologi 2 Jatilawang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan
pengabdian masyarakat yang bermanfaat.